Sejumlah tokoh masyarakat yang dihubungi FHC menilai bahwa konflik ini berpotensi melebar jika aparat tidak mengedepankan pendekatan persuasif dan mediasi berbasis hukum perdata.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Belu belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi penembakan gas air mata maupun dasar penggunaan kekuatan tersebut.
Warga berharap agar pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengadilan segera mengambil langkah menenangkan agar konflik tidak berkembang menjadi kekerasan horizontal.****
