Data Bank Indonesia menunjukkan sebanyak 9.870 transaksi QRIS Rp1 tercatat pada wahana permainan digital. Sementara itu, nilai transaksi yang dibukukan pelaku UMKM selama kegiatan mencapai Rp157 juta.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa penggunaan pembayaran digital semakin diterima masyarakat dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha lokal.

Dalam perspektif ekonomi daerah, peningkatan penggunaan QRIS memiliki arti penting bagi NTT yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan keuangan di sejumlah wilayah.

Digitalisasi pembayaran dinilai dapat memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Pada penutupan kegiatan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, menegaskan bahwa keberhasilan Kupang Digital Fest tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau transaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung.

Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah semakin banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan QRIS, semakin banyak UMKM yang menerima pembayaran digital, serta meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya bertransaksi secara aman.