Kegiatan yang dibuka Sekda Kupang ini memiliki tujuan strategis, yakni meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kapasitas seluruh pihak yang terlibat dalam mengelola Pokja PUG. Dengan adanya peningkatan kapasitas tersebut, diharapkan setiap perangkat daerah dapat memiliki focal point gender yang bertugas mengawal perencanaan dan penganggaran yang responsif gender.
Selain itu, Pokja PUG juga diharapkan menjadi pendorong terciptanya transparansi, partisipasi, serta akuntabilitas dalam setiap kebijakan pembangunan. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya mengedepankan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memastikan adanya pemerataan manfaat bagi semua kelompok masyarakat.
Lebih jauh, Mateldius Sanam menegaskan bahwa isu gender harus dipandang sebagai bagian integral dari pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila memberikan manfaat yang setara bagi laki-laki maupun perempuan.
“Saya tegaskan bahwa kesetaraan gender bukanlah isu perempuan, melainkan isu pembangunan. Pembangunan akan berkualitas jika mampu memberikan manfaat setara bagi seluruh masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan,” ungkapnya.
