Melalui penyelenggaraan PESONAS II, NTT berupaya menerjemahkan prinsip tersebut ke dalam praktik nyata, yakni menghadirkan ruang kompetisi yang menjunjung kesetaraan sekaligus membangun kesadaran publik bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berprestasi.

Olahraga Melampaui Medali

Dalam pidatonya, Melki menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata berbicara tentang kemenangan ataupun perolehan medali. Lebih dari itu, olahraga merupakan instrumen pendidikan karakter yang menanamkan nilai keberanian, disiplin, sportivitas, kerja sama, rasa percaya diri, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Pandangan tersebut menggeser cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas intelektual. Mereka tidak lagi ditempatkan sebagai objek belas kasihan, melainkan sebagai individu yang memiliki kemampuan, talenta, serta hak yang sama untuk berkembang dan mengukir prestasi.

Filosofi inilah yang selama bertahun-tahun menjadi fondasi gerakan Special Olympics Indonesia (SOIna). Melalui olahraga, SOIna membangun kepercayaan diri para atlet sekaligus mendorong masyarakat untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas intelektual.