Dari sisi pasar uang, indikator likuiditas juga memperlihatkan sinyal positif. Hingga 19 Desember 2025, rata-rata nilai transaksi pinjam-meminjam antarbank Rupiah mencapai sekitar Rp15,4 triliun per hari, atau setara 63,5 persen dari total transaksi pasar uang. Aktivitas ini menjadi fondasi utama bagi kredibilitas INDONIA, karena semakin besar volume transaksi, semakin kuat pula kualitas pembentukan suku bunga acuan.

Secara global, langkah BI sejalan dengan reformasi benchmark yang telah lebih dahulu dilakukan di berbagai yurisdiksi, seperti penggantian LIBOR dengan SOFR di Amerika Serikat. Dalam konteks ini, Indonesia tidak sedang mengekor, melainkan menyesuaikan diri dengan standar internasional demi menjaga daya saing sistem keuangan nasional.

Ke depan, tantangan terbesar bukan lagi pada aspek regulasi, melainkan pada konsistensi implementasi dan literasi pasar. BI menegaskan akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pelaku pasar dan masyarakat guna memastikan transisi berjalan mulus. INDONIA sendiri dipublikasikan setiap akhir hari transaksi dan dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi Bank Indonesia.