Keputusan ini menimbulkan beragam reaksi dari publik dan media di Prancis. Ini bukan kali pertama seorang pemain Muslim di Eropa menyatakan keberatan terhadap kampanye bertema LGBTQ+ karena alasan religius.
Meski begitu, Mohamed berharap keputusannya bisa dipahami dengan lapang dada oleh publik.
