FK-Nantes, Prancis – Penyerang asal Mesir, Mostafa Mohamed, dipastikan absen dalam pertandingan Ligue 1 antara FC Nantes vs Montpellier yang akan berlangsung pada Sabtu ini. Ketidakhadirannya bukan karena cedera atau alasan teknis, melainkan pilihan pribadi terkait dengan kampanye dukungan LGBTQ+ yang akan diadakan dalam laga tersebut.

Dalam unggahan melalui Instagram Story miliknya, Mostafa Mohamed menjelaskan alasannya secara terbuka.

“Saya tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan Nantes vs Montpellier pada hari Sabtu ini. Saya sebenarnya tidak nyaman membicarakan ini di depan umum, tetapi hari ini saya merasa perlu untuk menjelaskan langkah saya, tanpa bermaksud memicu perdebatan,” tulis Mohamed.

Pemain berusia 26 tahun ini menegaskan bahwa keputusannya dilandasi oleh nilai-nilai budaya dan keimanan yang diyakininya sejak lama.

“Setiap orang memiliki cerita, budaya, dan kepekaan masing-masing… Bagi saya pribadi, ada nilai-nilai yang sangat tertanam dalam diri saya, terkait dengan asal-usul dan iman saya, yang membuat saya sulit untuk berpartisipasi dalam inisiatif ini,” tambahnya.

Mohamed menyatakan bahwa keputusannya bukan bentuk penolakan atau penghakiman terhadap komunitas LGBTQ+, melainkan wujud kesetiaan terhadap keyakinan pribadi.

Keputusan ini menimbulkan beragam reaksi dari publik dan media di Prancis. Ini bukan kali pertama seorang pemain Muslim di Eropa menyatakan keberatan terhadap kampanye bertema LGBTQ+ karena alasan religius.

Meski begitu, Mohamed berharap keputusannya bisa dipahami dengan lapang dada oleh publik.