Budaya “Copy-Edit-Paste”: Jurnalisme Malas yang Dimanja
Masalah terbesar bukan hanya soal legalitas, tapi soal kualitas informasi. Media aseli turun ke lapangan, mempertaruhkan keselamatan, dan melakukan verifikasi berlapis untuk satu berita. Sebaliknya, homeless media hanyalah predator konten yang:
Mencuri intelektualitas: Mengambil berita dari media kredibel, lalu mengedit sedikit judulnya agar viral.
Nihil Verifikasi: Mereka tidak punya kemampuan atau niat untuk melakukan check and re-check.
Berorientasi Klik, Bukan Kebenaran: Yang penting tayang, yang penting viral, dan yang penting instruksi dari “klien” (dalam hal ini pemerintah) terpenuhi.
Membungkam Media Kredibel secara Perlahan
Jika pemerintah terus memanjakan akun-akun repost ini dengan alasan “jangkauan lebih luas”, maka secara tidak langsung pemerintah sedang membunuh media-media lokal dan nasional yang taat aturan. Media yang membayar pajak, menggaji jurnalis sesuai UMK, dan tunduk pada Kode Etik Jurnalistik justru tersisih oleh akun anonim yang hanya modal jempol untuk copy-paste.
