Langkah cepat tersebut menjadi bukti komitmen Pemkab Kupang untuk tidak tinggal diam dalam situasi darurat. Kehadiran pemerintah bukan hanya formalitas, tetapi sebuah tindakan nyata yang diharapkan mampu memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh warga.

Kebakaran yang terjadi di Desa Manusak dan Bolok membawa dampak besar bagi kehidupan warga. Sejumlah rumah rata dengan tanah, harta benda ludes terbakar, bahkan dokumen-dokumen penting pun ikut musnah. Bagi warga yang mayoritas mengandalkan hasil kebun dan pekerjaan harian, kehilangan tempat tinggal berarti kehilangan pusat kehidupan.

“Kami hanya bisa menyelamatkan diri dan anak-anak. Semua barang di rumah sudah habis terbakar. Tapi kami bersyukur masih ada kepedulian dari pemerintah,” ungkap salah seorang korban di Desa Manusak dengan suara lirih.

Warga Desa Bolok pun merasakan hal yang sama. Mereka menilai langkah cepat pemerintah daerah adalah bukti nyata bahwa masyarakat tidak ditinggalkan. “Kami masih trauma, tapi bantuan ini memberi harapan,” ujar seorang ibu rumah tangga yang rumahnya hangus terbakar.