Selain itu, pembahasan difokuskan pada penguatan sektor perikanan, khususnya pemberdayaan petani rumput laut di Kabupaten Sumba Timur. Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian RI Dr. Erdiriyo menjelaskan bahwa program pemberdayaan tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara Kemenko Perekonomian, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, PT Algae Sumba Timur Lestari (PT Astil), dan International Labour Organization (ILO).

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, penguatan kapasitas usaha, serta kepastian pasar. Pembiayaan modal kerja bagi petani dapat disalurkan melalui fasilitas KUR dari bank-bank Himbara maupun BPD NTT dengan penjaminan dari PT Jamkrindo.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Algae Sumba Timur Lestari sebagai perusahaan offtaker rumput laut. Dalam kesempatan itu, Direktur PT Astil memaparkan proses pengolahan rumput laut mulai dari tahap produksi hingga pemasaran domestik dan ekspor.