Metode tersebut dipilih karena dinilai lebih kokoh dan memiliki daya tahan lebih lama. Selain itu, proses pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.
Agustinus mengatakan, langkah swadaya ini menjadi bukti kepedulian masyarakat dalam memperbaiki akses jalan sekaligus memperlancar mobilitas warga menuju pusat pemerintahan Kabupaten Malaka.
Ia juga mengapresiasi masyarakat dari tiga desa yang telah bahu-membahu memperbaiki jalan yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah. Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.
Sementara itu, Serfasius Berek, salah satu staf Kecamatan Sasitamenan, dipercaya sebagai ketua panitia dalam kegiatan kerja bakti tersebut.***
