Menurut dia, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas tata kelola, ketepatan sasaran, keamanan pangan, serta dampaknya terhadap perbaikan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Sejak diluncurkan sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Program Makan Bergizi Gratis mendapat perhatian besar dari masyarakat. Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan menekan angka stunting tersebut dinilai memiliki dampak strategis terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Namun dalam perjalanannya, program ini juga menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah persoalan sempat menjadi sorotan publik, mulai dari kasus keracunan makanan, kualitas dan porsi menu, isu jual beli titik atau kuota layanan, pengadaan perlengkapan yang dianggap tidak sesuai aturan, hingga dugaan lemahnya tata kelola di beberapa daerah.

Agustin menilai kritik terhadap Program MBG merupakan bagian penting dari pengawasan publik yang harus diterima secara terbuka. Meski demikian, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tetap berbasis data dan fakta sehingga tidak menimbulkan persepsi yang menyesatkan di tengah masyarakat.