Yang menarik perhatian publik adalah pernyataan Dandim Letkol Kadek Abriawan soal peran nelayan dalam bela negara.
“Bela negara itu bukan hanya tugas tentara. Nelayan juga pejuang. Mereka menjaga kedaulatan pangan dan eksistensi wilayah kita,” ujarnya, memberi perspektif segar tentang nasionalisme berbasis keseharian masyarakat pesisir.
Analisis dan Dampak Rapat Forkopimda
Langkah Forkopimda ini dapat menjadi benchmark baru dalam tata kelola pemerintahan di daerah. Ketika pemerintah dan rakyat duduk bersama, kebijakan tidak lagi terasa jauh dan abstrak, melainkan konkret dan berpijak pada realitas warga.
Kecamatan Kupang Barat, yang selama ini relatif tertinggal dari pusat pemerintahan, kini menjadi titik fokus pembangunan berbasis potensi lokal. Keterlibatan aktif masyarakat juga menjadi indikator meningkatnya kesadaran demokrasi dan kepercayaan terhadap pemerintah.
Jika pola ini terus dilanjutkan di kecamatan lain, maka Forkopimda Kabupaten Kupang berpotensi menciptakan ekosistem pemerintahan partisipatif, yang selama ini kerap hanya jadi jargon politik.
