Rektor Undarma Resmi Buka Workshop Bina Talenta, Ajak Mahasiswa Kuasai AI dan Kewirausahaan Menuju Indonesia Emas 2045
FHC, KUPANG – Rektor Universitas Karya Dharma (Undarma) Kupang, Ir. Magda Selvia Yeni Laka, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Workshop Bina Talenta bertema “Artificial Intelligence (AI), Inovasi Digital dan Kewirausahaan Mahasiswa untuk Mewujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045” yang digelar di lingkungan kampus Universitas Karya Dharma Kupang.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan perguruan tinggi serta dukungan Komisi X DPR RI, yang diselenggarakan bersama Rumah Aspirasi Stefano Rizki Adranacus.
Turut hadir dalam kegiatan itu Agustinus W. S. Tokan, S.STP., M.M. dari LLDikti Wilayah XV sekaligus praktisi pendidikan, para dosen, mahasiswa Universitas Karya Dharma Kupang, serta perwakilan Rumah Aspirasi Stefano Rizki Adranacus.
Dalam sambutannya, Magda Selvia Yeni Laka menegaskan bahwa Workshop Bina Talenta merupakan bagian dari upaya memperkuat paradigma Dikti Saintek Berdampak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan diseminasi kebijakan transformasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, kolaborasi antara Kemendiktisaintek, perguruan tinggi, dan Komisi X DPR RI menjadi langkah strategis untuk memastikan dunia pendidikan mampu menjawab tantangan perubahan yang semakin cepat, terutama di bidang teknologi dan inovasi.
“Workshop Bina Talenta ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan perguruan tinggi dalam rangka penguatan paradigma Dikti Saintek Berdampak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta diseminasi kebijakan transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Rektor Undarma mengingatkan bahwa target besar Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai hanya dengan optimisme dan harapan semata. Menurutnya, diperlukan kerja nyata, pembaruan gagasan, serta keberanian untuk terus berinovasi di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
“Tahun 2045 semakin dekat. Cita-cita Indonesia Emas tidak akan tercapai hanya dengan harapan, melainkan melalui kerja nyata, pembaharuan gagasan, dan keberanian berinovasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital kini telah menjadi kebutuhan utama dalam berbagai sektor kehidupan. Teknologi tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kualitas penelitian, pembelajaran, dan pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, Magda mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan jiwa kewirausahaan. Generasi muda dituntut mampu melihat peluang, menciptakan solusi atas berbagai persoalan, serta menghasilkan nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepada mahasiswa, ia berpesan agar memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing.
“Kalian adalah andalan dan kekuatan utama untuk mewujudkan generasi unggul. Jadikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan semangat usaha sebagai alat utama dalam menghadapi masa depan,” katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menggunakan teknologi AI secara bijak. Menurutnya, kecerdasan buatan harus dipandang sebagai mitra yang membantu proses berpikir dan berkarya, bukan sebagai pengganti akal budi manusia.
“Gunakan AI sebagai mitra cerdas, bukan pengganti akal budi manusia. Tetaplah berpegang pada kebenaran, etika, dan aturan yang berlaku,” pesannya.
Selain mahasiswa, Magda juga memberikan perhatian khusus kepada para dosen. Ia meminta tenaga pendidik terus membimbing dan mendorong mahasiswa agar ruang kuliah, laboratorium, dan penelitian menjadi pusat lahirnya inovasi yang dapat menjawab kebutuhan daerah maupun bangsa.
“Kepada Bapak dan Ibu dosen, teruslah membimbing serta mendorong mahasiswa agar ruang kuliah dan penelitian menjadi tempat lahirnya ide-ide baru dan usaha-usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Undarma menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Komisi X DPR RI, para narasumber, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap Workshop Bina Talenta menjadi momentum lahirnya semangat baru bagi mahasiswa untuk terus berinovasi, berwirausaha, dan menguasai teknologi secara bertanggung jawab.
“Semoga pertemuan hari ini menjadi awal semangat baru dalam berinovasi, berwirausaha, dan menguasai kemajuan teknologi dengan bijak,” katanya.
Menutup sambutannya, Magda mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
“Mari kita persiapkan diri bersama agar pada tahun 2045 nanti, kita dapat mewariskan bangsa yang cerdas, maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya sebelum secara resmi membuka Workshop Bina Talenta.
