Dalam perjalanan hidupnya, Wendi pun memetik satu pelajaran penting, bahwa hidup mewah, menggunakan fasilitas mewah bukanlah sebuah hal yang penting apalagi hidup di Kabupaten Malaka, sebuah kabupaten Baru yang berbatasan langsung dengan RI-RDTL.

Mimpinya sangat sederhana yakni, hanya ingin memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Pada suatu ketika pasca terpilihnya menjadi Anggota DPRD, ia memutuskan untuk membeli sebuah kendaraan pick up. Saya kebetulan diajak untuk bersamanya, Ketika itu terjadi sebuah perdebatan antara saya dan Wendi yang saat ini menjadi ketua Fraksi PDIP sepanjang perjalan dari Kabupaten Malaka menuju kota Provinsi, kota Kupang.

Kami berdebat tentang mobil yang mau dibeli politisi muda ini, mimpinya untuk membeli mobil pick up untuk memberikan pelayanan nyaris terbantahkan oleh pikiran saya yang agak sedikit konyol karena pandangan saya bagaimana pun dia adalah seorang ADPRD dan harus sama dengan 24 ADPRD lainnya untuk menggunakan kendaraan tertutup.

“Brow mimpi saya ini mau kasih pelayanan gratis untuk masyarakat, brow-kan lihat kondisi saya sewaktu caleg, saya penuh keterbatasan dan bagaimana saya belih barang mewah nanti apa kata masyarakat. Lagi pula apa bedanya mobil mewah dengan mobil pick up. Kalau saya beli pick up banyak manfaatnya, kita bisa bantu masyarakat”, Ucapnya perlahan seperti bisikan ditelinga saya.