Stevano Rizki Adranacus Dorong Mahasiswa NTT Kuasai AI dan Inovasi Digital untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

FHC, KUPANG – Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II, Stevano Rizki Adranacus, mendorong mahasiswa dan civitas akademika di NTT untuk memperkuat kapasitas di bidang Artificial Intelligence (AI), inovasi digital, dan kewirausahaan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Stefano melalui sambutan pada kegiatan Workshop Bina Talenta bertema “Artificial Intelligence (AI), Inovasi Digital dan Kewirausahaan Mahasiswa untuk Mewujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045” yang digelar bagi kalangan perguruan tinggi di NTT.

Dalam sambutannya, Stevano menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda mendadak. Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya tidak mengurangi dukungan dan kepeduliannya terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai strategis bagi pengembangan sumber daya manusia di daerah.

“Saya yakin hal ini tidak mengurangi kepedulian dan semangat dari terlaksananya Bimtek hari ini,” ujar Stevano dalam sambutannya melalui rekaman video yang disampaikan pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi di NTT merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan mahasiswa yang akan menjadi generasi penerus bangsa.

Ia berharap seluruh civitas akademika dapat memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal sebagai sarana meningkatkan kompetensi dan produktivitas, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berdampak bagi kemajuan masyarakat.

Stevano menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan. Kampus, kata dia, merupakan ruang pembentukan karakter, integritas, kepemimpinan, serta pusat lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.

“Institusi pendidikan tinggi bukan sekadar tempat mentransfer ilmu, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk karakter, integritas, dan inovasi,” katanya.

Dalam konteks perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, Stevano menilai mahasiswa harus mampu beradaptasi dan responsif terhadap perubahan zaman. Penguasaan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda agar tidak tertinggal dalam persaingan global.

Menurutnya, pemanfaatan AI dan teknologi digital harus diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat serta membuka peluang-peluang kewirausahaan baru yang berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Selain menjadi pencari kerja, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui berbagai inovasi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.

Pada kesempatan tersebut, Stevano menyampaikan apresiasi kepada pimpinan perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan Workshop Bina Talenta.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan talenta-talenta unggul dan berdaya saing.

“Semoga jalannya acara ini memicu lahirnya gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Workshop Bina Talenta ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi era transformasi digital yang semakin masif. Melalui penguatan pemahaman tentang AI, inovasi digital, dan kewirausahaan, diharapkan lahir generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan para pemangku kebijakan untuk memastikan bahwa pengembangan talenta muda Indonesia berjalan seiring dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan agenda pembangunan nasional di masa mendatang.