Karena itu, pemerintah kota berupaya menghadirkan pasar murah bersubsidi sebagai instrumen stabilisasi harga pangan. Program ini juga menjadi bagian dari strategi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.

Widodo mengatakan, pemerintah kota menargetkan pasar murah digelar di 27 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kupang. Tahap awal dimulai di tiga lokasi, termasuk Kelurahan Tuak Daun Merah.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok yang biasanya meningkat pada periode tertentu.
Selain memastikan ketersediaan bahan pokok, pemerintah juga menerapkan sistem distribusi yang lebih tertib. Masyarakat yang membeli bahan pangan bersubsidi diwajibkan membawa fotokopi KTP dan melakukan pemindaian barcode.

Langkah itu dimaksudkan untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran sekaligus mencegah penumpukan pembelian oleh pihak tertentu.

“Sekarang semuanya serba digital. Kalau dunia berubah, kita juga harus menyesuaikan diri,” ujar Widodo.