Dimensi Kesisteman (Systemness): Mengukur bagaimana partai berinteraksi dengan lingkungan politiknya. Ini mencakup kemudahan akses partai bagi masyarakat, sumber pendanaan yang jelas dan transparan, serta otonomi partai dari kelompok kepentingan lain.

Kompleksitas Organisasi: Menilai tingkat diferensiasi struktural dan pembagian tugas di dalam tubuh partai. Hal ini dilihat dari adanya hirarki yang jelas dari tingkat pusat hingga daerah dan berfungsinya unit-unit pendukung partai.

Otonomi Pembuatan Keputusan: Menilai sejauh mana partai mandiri dalam menentukan arah kebijakannya sendiri tanpa didikte oleh figur atau tokoh khismatik tertentu, sehingga meminimalisir ketergantungan pada satu individu (personalisme).

Koherensi Internal: Mengukur tingkat kesolidan dan kedisiplinan internal partai. Hal ini terlihat dari kepatuhan anggota terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), adanya proses kaderisasi yang berjalan teratur, serta penyelesaian konflik yang tertata.

Sumber: disadur dari berbagai sumber.