Kupang, FHNC – Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah bersiap menggelar salah satu event olahraga terbesar dalam sejarahnya, Tour de EnTeTe 2025. Ajang balap sepeda internasional ini di dukung oleh Bank NTT dan diproyeksikan akan menjadi magnet baru pariwisata sekaligus kebangkitan ekonomi daerah. Dengan jarak tempuh lebih dari 1.500 kilometer melintasi pulau-pulau eksotis NTT, penyelenggaraan ini telah mencapai kesiapan hampir 100 persen.
Dalam jumpa pers di Gedung Sasando, Jumat (5/9), Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa dukungan sponsor memiliki peran vital dalam memastikan event ini berjalan sukses. Di antara para sponsor, Bank NTT tampil sebagai jantung dan penyuplai ekonomi yang menopang kegiatan besar ini.
“Bank NTT menjadi tulang punggung pembiayaan lokal. Ia adalah jantung ekonomi yang harus kita perkuat untuk mendorong kemajuan daerah. Tour de EnTeTe adalah bukti nyata bagaimana institusi lokal bisa berperan besar dalam event internasional,” ujar Gubernur Melki.
Selain Bank NTT, sejumlah BUMN dan perusahaan besar juga ikut memberikan dukungan, antara lain PLN, Bank Mandiri, BNI, Freeport, dan Pertamina. Mereka disebut sebagai mitra strategis yang bukan hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga logistik dan kebutuhan teknis di lapangan.
Melki menekankan, dukungan lintas sektor ini menandakan bahwa Tour de EnTeTe mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
“Kami sangat berterima kasih. Tanpa kolaborasi ini, akan sulit bagi pemerintah daerah menyelenggarakan event sebesar ini,” katanya.
1.500 KM, 10 Stage, Hampir 100% Siap
Rute Tour de EnTeTe akan membentang sepanjang 1.500 kilometer dengan 10 stage (etape) yang menantang. Para pembalap akan melewati jalur beragam, mulai dari pesisir pantai, perbukitan, hingga pedalaman dengan kontur ekstrem.
Menurut Gubernur, hampir seluruh jalur yang dipilih sudah siap digunakan.
“Kami pastikan hampir 100 persen siap. Tentu ada potensi force majeure seperti longsor atau hambatan teknis lain, tapi kami sudah menyiapkan rute alternatif. Intinya, 10 stage ini akan tetap terlaksana sampai finis,” jelasnya.
Rute spektakuler ini tidak hanya akan menguji fisik para pembalap, tetapi juga menampilkan pesona NTT kepada dunia. Mulai dari Kupang, Timor Tengah Utara, Atambua, Sumba, Flores, hingga finis megah di Labuan Bajo, setiap etape dirancang sebagai etalase keindahan dan kekayaan budaya NTT.
Keselamatan atlet dan kelancaran penyelenggaraan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Melki mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan, tim medis, hingga penyedia transportasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
“Yang penting, penyelenggaraan aman. Keselamatan peserta adalah prioritas nomor satu. Kami tidak mau event besar ini justru tercoreng oleh hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Setiap etape juga akan dilengkapi dengan tim pendukung yang siap siaga, baik dari sisi pengamanan maupun layanan kesehatan.
Pesta Rakyat dan Dampak Ekonomi
Tour de EnTeTe tidak hanya soal olahraga. Event ini juga menjadi momentum pesta rakyat. Di setiap kota atau kabupaten tempat etape berhenti, akan digelar festival budaya, pertunjukan seni, serta pameran UMKM.
Menurut Gubernur, strategi ini dirancang untuk memastikan masyarakat merasakan manfaat langsung.
“Event ini milik semua orang NTT. Ada UMKM yang bisa berjualan, ada budaya yang bisa dipromosikan, ada pariwisata yang akan terangkat. Inilah multiplier effect yang kita harapkan,” jelasnya.
Bank NTT sendiri disebut akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan mendukung permodalan UMKM dan transaksi keuangan selama event berlangsung.
Gubernur Melki tidak menampik bahwa penyelenggaraan pertama ini pasti memiliki kekurangan. Namun, ia menekankan bahwa pengalaman kali ini akan menjadi fondasi untuk penyelenggaraan yang lebih besar di masa depan.
“Ini pengalaman pertama kami. Pasti ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Tetapi tahun depan, saya pastikan event ini akan jauh lebih baik. Yang penting sekarang, kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa NTT mampu menjadi tuan rumah event internasional,” tandasnya.
Dengan dukungan sponsor strategis, rute menantang 1.500 KM, serta keterlibatan masyarakat di setiap etape, Tour de Entete 2025 diyakini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi NTT. Lebih dari sekadar balapan, event ini adalah langkah menuju penguatan sport tourism sebagai salah satu motor utama pembangunan pariwisata dan ekonomi daerah.
“Ini bukan hanya kebanggaan rakyat NTT, tapi juga kebanggaan bangsa. Dari Kupang hingga Labuan Bajo, dunia akan melihat bahwa NTT mampu bersaing di kancah global,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.
