Menurutnya, dengan model kolaborasi seperti ini, masyarakat tidak hanya jadi penonton, tetapi juga bagian dari penyelenggara. “Kita ingin semua merasa memiliki event ini,” tambahnya.

Tour de EnTeTe disebut-sebut menjadi langkah awal NTT untuk serius menggarap potensi sport tourism. Tren ini berkembang pesat di berbagai negara, di mana olahraga dijadikan pintu masuk promosi wisata.

Melki Laka Lena mengungkapkan ide awal lahir saat dirinya melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian di Jakarta. Dari sana, ia menyadari bahwa NTT belum punya event pariwisata berskala internasional yang konsisten.

“Saat itu saya berpikir, mengapa tidak membuat event balap sepeda yang melibatkan lintas pulau di NTT? Karena NTT punya alam yang eksotis dan jalur yang sangat menantang,” katanya.

Ide tersebut kemudian disambut baik oleh para bupati dan walikota se-NTT, serta mendapat dukungan dari sejumlah tokoh olahraga nasional, termasuk mantan wartawan senior Kompas yang berpengalaman mengelola event balap sepeda.