Tidak mengherankan jika suasana haru begitu terasa ketika dirinya menyampaikan pesan perpisahan.

Dengan suara yang bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan melayani yang diberikan Tuhan selama tujuh tahun terakhir.

“Saya bersama keluarga sangat bersyukur kepada Tuhan. Hanya karena karya dan kekuatan dari-Nya, saya bisa konsisten melayani jemaat di sini selama tujuh tahun,” ungkapnya.

Kalimat sederhana itu menggambarkan bahwa pelayanan bukan semata pekerjaan, melainkan perjalanan pengabdian yang dibangun melalui relasi, kepercayaan, dan kasih yang tumbuh bersama jemaat.

Menyambut Babak Baru Pelayanan

Di sisi lain, kehadiran Pdt. Jhon Tani Famaney menandai dimulainya babak baru bagi GMIT Narwastu Noelbaki. Harapan baru pun tumbuh di tengah jemaat agar pelayanan yang telah dibangun selama ini dapat terus berkembang.

Pergantian kepemimpinan dalam gereja sejatinya bukan tentang siapa yang datang atau siapa yang pergi. Yang terpenting adalah kesinambungan pelayanan agar gereja tetap menjadi rumah bersama yang menghadirkan kasih, pengharapan, dan penguatan bagi umat.