Menurutnya, asesmen lapangan bukan sekadar proses formal untuk memperoleh sertifikat akreditasi, tetapi menjadi kesempatan penting bagi program studi untuk melakukan refleksi dan evaluasi menyeluruh.
“Proses akreditasi harus menjadi ruang belajar bagi institusi untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang masih perlu dibenahi. Kami berharap hasil asesmen ini dapat membawa Prodi Sosiologi menuju Akreditasi Unggul,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan asesmen, tim asesor melakukan pemeriksaan terhadap berbagai indikator mutu yang menjadi standar penilaian LAMSPAK. Penilaian mencakup kualitas sumber daya manusia, kurikulum, sistem pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama kelembagaan, tata kelola, serta luaran dan capaian program studi.
Selain menelaah dokumen akreditasi, asesor juga melakukan wawancara dengan berbagai pihak untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kualitas penyelenggaraan pendidikan di Prodi Sosiologi.
Prof. Muhammad Syukur menjelaskan bahwa pendekatan asesmen yang dilakukan LAMSPAK berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
