Salah satu tantangan terbesar yang lama membayangi sektor perkebunan adalah ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Hal ini membuat Indonesia sulit bersaing di level harga dan nilai tambah. Melalui program pengembangan UMKM binaan, BI mendorong pelaku usaha untuk mengubah produk mentah menjadi produk premium yang siap ekspor, seperti:
- kopi roasted premium,
- kopi drip bag siap seduh,
- teh herbal dalam kemasan modern,
- teh fermentasi dengan segmentasi pasar kesehatan,
- dan berbagai varian produk turunan bernilai tinggi lainnya.
Pendekatan hilirisasi ini membuat harga jual meningkat berkali lipat dibandingkan komoditas mentah. Selain itu, UMKM binaan BI juga dibekali kemampuan branding dan digital marketing untuk menembus pasar global dengan strategi yang lebih modern dan efektif.
Kolaborasi: Kunci BI Mendorong Ekspor Berkelanjutan
BI menegaskan bahwa keberhasilan memperluas pasar kopi dan teh bukan hanya bergantung pada satu lembaga. Kolaborasi berbagai pihak menjadi syarat utama—termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, pelaku industri, hingga lembaga pembiayaan.
