Selain itu, struktur ULN pemerintah dinilai relatif aman karena hampir seluruhnya merupakan utang jangka panjang. Pangsa utang jangka panjang mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah sehingga risiko pembiayaan jangka pendek dapat diminimalkan.

Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar 193,2 miliar dolar AS. Secara tahunan, sektor ini masih mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen. Namun angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan kontraksi pada Maret 2026 yang mencapai 1,4 persen.

Perbaikan kinerja ULN swasta terutama berasal dari kelompok lembaga keuangan atau financial corporations yang mencatat kontraksi lebih rendah. Pada April 2026, kelompok ini mengalami kontraksi 5,0 persen dibandingkan 6,3 persen pada bulan sebelumnya.

Dari sisi sektoral, utang luar negeri swasta terbesar masih terkonsentrasi pada sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,6 persen dari total ULN swasta nasional.