Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan Bank Indonesia yang memilih mengembangkan AI secara bertahap, bukan secara instan. Strategi itu dimulai dari penguatan kualitas data dan metadata, pembentukan tata kelola yang jelas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan inovasi digital yang tetap menjaga kedaulatan data nasional dan keamanan infrastruktur strategis.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Bank Indonesia memandang AI bukan sekadar alat otomatisasi, melainkan bagian dari transformasi kelembagaan yang memerlukan kesiapan organisasi secara menyeluruh.

AI Mengubah Cara Bank Sentral Bekerja

Selama puluhan tahun, bank sentral identik dengan pengambilan keputusan berbasis indikator ekonomi konvensional seperti inflasi, nilai tukar, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi.

Kini, perkembangan AI memungkinkan analisis dilakukan jauh lebih cepat dengan memanfaatkan jutaan data yang berasal dari transaksi digital, sistem pembayaran, pasar keuangan, hingga perilaku konsumen.