Kemampuan tersebut membuka peluang bagi bank sentral untuk meningkatkan akurasi proyeksi ekonomi, mempercepat deteksi risiko terhadap stabilitas sistem keuangan, serta memperkuat efektivitas pengawasan industri keuangan.
Namun, semakin besarnya peran AI juga memunculkan tantangan baru berupa transparansi algoritma, akuntabilitas pengambilan keputusan, perlindungan data, hingga risiko bias (algorithmic bias) yang dapat memengaruhi kualitas kebijakan apabila tidak diawasi secara ketat.
Karena itu, para gubernur sepakat bahwa tata kelola harus berkembang secepat perkembangan teknologi itu sendiri.
Risiko Baru dalam Sistem Keuangan Digital
Forum EMEAP juga memberikan perhatian khusus terhadap meningkatnya risiko yang menyertai transformasi digital.
Ketergantungan terhadap penyedia teknologi AI global dan layanan komputasi awan (cloud computing) dinilai berpotensi menciptakan konsentrasi risiko apabila terjadi gangguan pada infrastruktur digital.
Selain itu, semakin terhubungnya lembaga keuangan lintas negara membuat gangguan pada satu sistem dapat dengan cepat merambat ke negara lain.
