Buka Pra-RAT KSP Kopdit Swasti Sari, Wali Kota Kupang Tekankan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Tata Kelola Koperasi
FHC, KUPANG – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo secara resmi membuka kegiatan Pra-Rapat Anggota Tahunan (Pra-RAT) ke-XXXVII Tahun Buku 2025 KSP Kopdit Swasti Sari yang berlangsung di Auditorium , Minggu (1/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Membangun Kekuatan” tersebut dihadiri Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari Drs. Lambertus Ara Tukan, MM, General Manager Imelda Anin, jajaran pengurus, pengawas, penasihat, manajemen, serta ribuan anggota koperasi dari berbagai wilayah pelayanan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang memberikan apresiasi atas kontribusi KSP Kopdit Swasti Sari dalam memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat perkotaan.
Menurutnya, koperasi telah menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi rakyat, terutama ketika masyarakat menghadapi keterbatasan akses permodalan, rendahnya daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta maraknya praktik pinjaman online ilegal dan rentenir.
“Koperasi seperti KSP Kopdit Swasti Sari telah banyak membantu Pemerintah Kota Kupang, khususnya dalam bidang perekonomian. Di saat banyak masyarakat terjerat pinjaman online dan praktik tengkulak, koperasi hadir memberi jawaban,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang dibangun atas dasar kepercayaan, kebersamaan, keterbukaan, dan profesionalisme.
Menurutnya, keberhasilan sebuah koperasi sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga integritas organisasi secara berkelanjutan. Komitmen memang menjadi titik awal, namun konsistensi adalah faktor yang menentukan keberhasilan jangka panjang.
“Tidak ada kebersamaan tanpa kepercayaan. Kepercayaan terjaga melalui keterbukaan dan profesionalitas. Komitmen itu penting, tetapi konsistensi adalah kunci keberhasilan,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya penguatan tata kelola organisasi dan sistem pengawasan internal agar koperasi tetap sehat, kredibel, dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Ia menilai banyak koperasi gagal bertahan karena lemahnya pengawasan dan kurangnya disiplin dalam menjalankan prinsip-prinsip perkoperasian.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, koperasi, lembaga sosial, serta unsur keagamaan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan.
Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, Lambertus Ara Tukan, menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak dapat dilepaskan dari sinergi lima unsur utama organisasi, yakni pengurus, pengawas, penasihat, manajemen, dan anggota.
Menurutnya, kolaborasi kelima elemen tersebut menjadi fondasi utama yang menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan koperasi di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan koperasi tidak hanya memberikan layanan keuangan kepada anggota, tetapi turut berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan membantu pemerintah menekan praktik-praktik keuangan ilegal yang merugikan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Imelda Anin, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pra-RAT tahun ini akan digelar sebanyak delapan kali untuk melayani 30 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah.
Rangkaian kegiatan berlangsung mulai 1 Maret hingga 12 April 2026 dan menjadi bagian dari mekanisme organisasi dalam mempersiapkan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan sekaligus proses pemilihan calon pengurus dan pengawas periode 2026–2028.
Ia memastikan seluruh tahapan Pra-RAT dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perkoperasian yang berlaku serta berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi.
Dengan mengusung semangat “Bersama Membangun Kekuatan”, seluruh jajaran KSP Kopdit Swasti Sari optimistis koperasi akan terus bertumbuh, memperkuat kepercayaan anggota, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan di Kota Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
