Bupati juga menegaskan bahwa status Kabupaten Kupang sebagai daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus mendorong inovasi dan memperluas kemitraan dengan berbagai lembaga, termasuk Habitat for Humanity Indonesia.

Sementara itu, Senior Manager Operation Habitat for Humanity Indonesia, Rudy Nadapdap, menjelaskan bahwa program ini mengusung mandat “membangun rumah, membangun kehidupan”, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dalam program tersebut, Habitat menargetkan pembangunan dan renovasi sebanyak 70 unit rumah dengan dukungan pendanaan dari ArthawenaSakti dan PNG. Seluruh unit rumah ditargetkan selesai dalam waktu sembilan bulan ke depan.

“Targetnya, rumah-rumah ini dapat segera dihuni secara layak oleh masyarakat penerima manfaat,” ungkap Rudy.

Selain pembangunan rumah, Habitat juga akan menanam 210 bibit pohon produktif seperti lengkeng, sirsak, dan mangga sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi keluarga penerima manfaat.