Jalan, Akses Ekonomi yang Tertinggal
Jalan bukan sekadar aspal dan batuan, tetapi urat-urat kehidupan ekonomi. Di wilayah Kabupaten Kupang, banyak jalan strategis antar kecamatan yang rusak, memperlambat mobilitas warga, menaikkan biaya logistik, dan pada akhirnya memperlebar jurang kemahalan harga kebutuhan pokok.
Kerusakan itu bukan cerita tunggal—tanah yang mengering karena musim panjang, sistem drainase yang kurang tersentuh, serta pemeliharaan yang minim membuat jalan seperti dililit sakit berkepanjangan.
Kementerian PU sendiri sudah menempatkan pembangunan jalan dan jembatan sebagai sektor strategis nasional. Target nasional untuk perbaikan jaringan jalan, yang dirancang tidak hanya untuk konektivitas tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan energi, menunjukkan bahwa sama seperti di NTT, konektivitas itu berkait erat dengan pertumbuhan ekonomi lokal.
Bupati Lede menegaskan, perluasan dan perbaikan jaringan jalan kepada Wamen PU bukan semata tentang estetika wilayah. Ia adalah upaya menyambungkan desa terpencil dengan pusat pemerintahan dan peluang ekonomi, sehingga warga tidak lagi kehilangan kesempatan menjual hasil tani karena akses yang buruk.
