“Siswa semua sesuai dengan kuota yang diberikan, yakni 270 orang. Memang untuk SD ada kendala karena sebagian orang tua merasa anak-anak masih terlalu kecil. Tetapi kuota itu sudah ditutupi oleh SMP dan SMA dengan penambahan rombongan belajar,” ujarnya.
Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Yosef mengakui pembangunan fasilitas pendukung belum sepenuhnya mencapai 100 persen. Kendati demikian, berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak pengelola dan kepala sekolah, seluruh fasilitas yang tersedia telah memenuhi standar minimal untuk memulai proses pembelajaran.
“Memang mungkin belum 100 persen, tetapi sudah memenuhi standar dan memenuhi syarat untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Sementara itu, untuk tenaga pendidik, Yosef menyebut sebagian guru yang bertugas berasal dari Kabupaten Kupang. Pemerintah daerah bersama pihak sekolah terus melakukan koordinasi guna memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat berjalan dengan baik sejak hari pertama pembelajaran.
Ia menambahkan, seluruh peserta didik yang diterima telah melalui proses verifikasi yang merujuk pada ketentuan dan kriteria yang ditetapkan pemerintah dalam program Sekolah Rakyat.
