Kupang, FHNC – Seruan kuat dan penuh harapan kembali disampaikan Bupati Kupang, Yosef Lede, kepada seluruh petani di wilayahnya. Dalam sebuah momentum penting penanaman perdana Musim Tanam II (MT II) tahun 2025 di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Bupati Yos Lede mengajak seluruh masyarakat tani untuk tidak ragu dan takut menanam, memanfaatkan musim tanam lanjutan ini secara maksimal.
Bibit padi unggul jenis Sri Dewi menjadi pusat perhatian dalam kegiatan yang menggandeng PT Bisi Internasional dan LSM Wahana Visi Indonesia (WVI). Melalui kolaborasi ini, Pemkab Kupang mendorong inovasi pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan menjawab arahan strategis Presiden RI, Prabowo Subianto, yang tengah menggencarkan program swasembada pangan nasional.
“Jangan takut tanam! Bibit unggul Sri Dewi ini adalah peluang besar. Kita harus manfaatkan musim tanam kedua ini karena air masih tersedia. Pemerintah juga sudah bantu alat seperti traktor dan motor air. Jangan sampai bantuan ini tidak dimaksimalkan,” tegas Bupati Lede di hadapan para petani dan mitra pembangunan.
Menurutnya, Kabupaten Kupang harus berperan besar dalam menyuplai kebutuhan bahan pangan lokal, terutama menyongsong pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis. Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, pemerintah berharap belanja pangan untuk program tersebut bisa diserap dari hasil petani lokal, bukan dari luar daerah.
“Jika kita bisa hasilkan sendiri beras, sayur, dan hortikultura lain, maka uang dari pusat akan berputar di Kupang. Kita ciptakan siklus ekonomi lokal yang sehat,” lanjut Bupati Lede yang dikenal dekat dengan kelompok tani.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Area PT Bisi Internasional NTT, Lutfy Angga Try, menegaskan bahwa varietas Sri Dewi memiliki produktivitas tinggi dan adaptif terhadap kondisi lahan Kupang. Pihaknya juga akan mendampingi para petani dari awal penanaman hingga panen, termasuk dengan penyediaan pestisida dan pendampingan teknis.
“Bibit Sri Dewi ini dirancang untuk menjawab tantangan petani. Dengan kerja sama semua pihak, hasil pertanian kita akan meningkat signifikan,” kata Lutfy.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Tome Dacosta, beberapa pimpinan OPD, Camat Kupang Timur, Lurah Babau, perwakilan WVI, serta para anggota kelompok tani Family Lifubatu yang menjadi tuan rumah penanaman perdana.
Langkah nyata Pemkab Kupang ini menandai tekad untuk tidak hanya meningkatkan produksi, tapi juga membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan ketahanan pangan bukan hanya slogan, melainkan realitas yang dapat dirasakan seluruh masyarakat.
