Dalam konteks global yang masih diliputi ketidakpastian, cadangan devisa diposisikan sebagai penyangga utama stabilitas ekonomi nasional. BI mengelola cadangan devisa secara cermat dengan memerhatikan perkembangan suku bunga global, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta dinamika imbal hasil obligasi pemerintah AS guna menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas perekonomian.

Pandangan positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia juga disampaikan Global Head of Asset Allocation Invesco, Paul Jackson. Ia menilai Indonesia tetap menunjukkan kinerja ekonomi yang relatif solid di tengah volatilitas global. Menurutnya, pengelolaan cadangan devisa yang berhati-hati dengan pendekatan investasi yang lebih adaptif menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

“Pendekatan yang lebih fleksibel dan prudent dalam pengelolaan cadangan devisa memberikan ruang bagi Indonesia untuk merespons gejolak global secara lebih efektif,” ujarnya.

Seminar internasional dalam rangkaian FIT 2026 menyoroti peran strategis cadangan devisa sebagai penopang perekonomian nasional sekaligus menekankan urgensi paradigma baru dalam investasi global. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan institusi keuangan internasional, lembaga kustodian dan counterparty global, perbankan, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).