Cetak Wirausaha Baru, Bupati Kupang Buka Pelatihan Digital Marketing 5 Hari
Kupang, FHC – Di tengah derasnya arus transformasi ekonomi digital, harapan baru tumbuh dari sebuah ruang pelatihan di Hotel Crisant, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu. Rabu (10/12), Bupati Kupang Yosef Lede secara resmi membuka Pelatihan Digital Marketing yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang. Selama lima hari ke depan, 16 peserta dari 10 kecamatan akan ditempa bukan hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga dengan keberanian untuk membangun masa depan melalui kewirausahaan digital.
Bagi sebagian peserta, pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin pemerintah. Ia adalah peluang kedua—bahkan mungkin satu-satunya—untuk keluar dari jerat pengangguran dan keterbatasan ekonomi. Ada yang datang sebagai pencari kerja, ada pula yang telah bekerja namun penghasilannya belum cukup menopang kebutuhan keluarga. Di ruangan itulah, harapan kecil mulai disatukan oleh visi besar: menciptakan wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa kemampuan digital marketing kini menjadi kunci utama bagi masyarakat Kabupaten Kupang untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi global. Menurutnya, pelatihan ini dirancang secara strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus membuka jalan bagi lahirnya pelaku usaha baru berbasis digital.
“Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara memasarkan produk secara online, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ujar Yosef Lede di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa sasaran program ini adalah para pencari kerja, pengangguran, dan setengah pengangguran—mereka yang bekerja tidak penuh atau berpenghasilan di bawah jam kerja normal. Melalui peningkatan keterampilan, pemerintah berharap taraf hidup masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
Meski jumlah peserta hanya 16 orang, cerita di balik mereka mencerminkan realitas sosial Kabupaten Kupang. Ada ibu rumah tangga yang ingin memasarkan hasil olahan pangan lokal, pemuda desa yang bercita-cita menjual produk kerajinan secara daring, hingga pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut.
Bagi mereka, pelatihan ini menjadi titik balik. Tidak hanya materi digital marketing yang diberikan, setiap peserta juga dibekali sebuah telepon pintar baru—sebuah simbol kepercayaan negara bahwa mereka mampu melangkah lebih jauh di dunia digital.
Lebih jauh, Bupati Yosef Lede menekankan pentingnya perubahan pola pikir. Menurutnya, tenaga kerja masa depan tidak cukup hanya siap bekerja pada orang lain, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha sendiri.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membina kader-kader wirausaha baru. Jadilah pelaku usaha yang kreatif, inovatif, dan berani memanfaatkan teknologi digital,” tegasnya.
Ia juga berharap program ini menjadi ruang penguatan bagi peserta pelatihan sebelumnya yang masih aktif berusaha, namun membutuhkan pendampingan lanjutan dalam pemasaran digital agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Komitmen pemerintah daerah tidak berhenti pada pelatihan lima hari. Yosef Lede memastikan bahwa Pemkab Kupang siap mendampingi para peserta melalui program inkubasi usaha dan akses pasar. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diaplikasikan dalam usaha nyata yang berkelanjutan.
“Mari jadikan keterampilan ini sebagai modal utama membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada kemajuan Kabupaten Kupang,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Kupang Yesai Lanus, Kepala BP4D Kabupaten Kupang Paul Liu, serta jajaran terkait lainnya. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut memperkuat pesan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif.
Dari Baumata, sebuah pesan sederhana namun kuat disampaikan: masa depan ekonomi daerah dapat dimulai dari ruang pelatihan kecil, dari tangan-tangan masyarakat yang mau belajar dan beradaptasi. Jika ilmu digital marketing itu benar-benar diterapkan, bukan mustahil 16 peserta hari ini akan menjadi pionir wirausaha digital Kabupaten Kupang di masa depan.
