“Kita melakukan penghematan, termasuk di bagian umum. Saya memilih untuk tidak membeli mobil dinas baru. Ada hal-hal yang bisa kita korbankan agar anggaran tersebut dapat dialihkan untuk mendukung pembinaan atlet disabilitas,” katanya.
Wali Kota berharap dana hibah tersebut dapat menjadi stimulus bagi NPC Kota Kupang dalam memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas latihan, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, hingga memfasilitasi keikutsertaan atlet dalam berbagai ajang kompetisi di tingkat regional maupun nasional.
Sebagai organisasi yang baru terbentuk secara resmi pada tahun 2025, NPC Kota Kupang dinilai membutuhkan dukungan yang memadai agar mampu membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Karena itu, Christian menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara efektif dan tepat sasaran. Ia meminta agar sebagian besar dana hibah digunakan langsung untuk kebutuhan atlet dibandingkan biaya operasional organisasi.
Menurutnya, sekitar 80 persen dana hibah sebaiknya dialokasikan untuk mendukung pembinaan atlet, kebutuhan komunikasi, serta peremajaan fasilitas latihan. Sementara biaya operasional sekretariat diharapkan tidak melebihi 20 persen dari total anggaran yang diterima.
