Menurutnya, hibah yang diberikan menjadi bentuk pengakuan sekaligus dukungan nyata terhadap perjuangan para atlet disabilitas yang selama ini terus berlatih dan berkompetisi dengan berbagai keterbatasan.
“Kami baru dibentuk secara resmi pada tahun 2025. Karena itu, dukungan hibah dari Pemerintah Kota Kupang merupakan perhatian yang sangat besar dan memberikan semangat baru bagi kami untuk terus berkembang,” kata Wilfridus.
Ia mengakui bahwa proses pembinaan atlet disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam menjaring atlet baru. Saat ini sebagian besar atlet yang tergabung dalam NPC Kota Kupang masih berasal dari kalangan pelajar.
Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk memanfaatkan dana hibah tersebut secara optimal sesuai dengan peruntukannya dan memastikan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.
Audiensi tersebut diakhiri dengan penandatanganan dokumen administrasi pencairan dana hibah yang saat ini sedang diproses oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kupang. Momen tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta jajaran pengurus NPC Kota Kupang.
