Pandangan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam pendekatan akademik terhadap budaya lokal. Kain tenun tidak hanya dipahami sebagai produk seni, tetapi juga sebagai bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan desain, pemasaran, logistik, ergonomi, hingga analisis tren pasar global.
Dalam perspektif ini, mahasiswa PTI tidak hanya dididik menjadi penenun, tetapi juga calon inovator dan pelaku usaha kreatif yang mampu mengangkat produk budaya ke level yang lebih tinggi.
Gagasan pengembangan Summer School Tenun Ikat yang direncanakan Undana juga membuka peluang baru bagi promosi budaya NTT di tingkat internasional. Jika terealisasi, program tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa, peneliti, maupun wisatawan mancanegara untuk mempelajari langsung proses produksi tenun tradisional.
Konsep ini sejalan dengan tren global yang menempatkan pengalaman budaya autentik sebagai daya tarik utama dalam industri pariwisata kreatif. Wisatawan masa kini tidak hanya ingin membeli produk budaya, tetapi juga memahami cerita, filosofi, dan proses pembuatannya.
