“Mahasiswa membutuhkan ruang belajar yang nyata. Di sini mereka dapat melihat langsung bagaimana teknologi budidaya diterapkan, bagaimana manajemen produksi dijalankan, dan bagaimana hasilnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bagi Undana, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan riset terapan yang lebih relevan dengan kebutuhan daerah. Berbagai penelitian yang selama ini dilakukan di kampus dapat diuji langsung di lapangan untuk menghasilkan solusi yang lebih efektif dan aplikatif.
Sementara itu, Kapolres Kupang AKBP Rudy Ledo menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga oleh penerapan ilmu pengetahuan yang tepat.
Karena itu, keterlibatan Undana dinilai penting untuk memastikan bahwa berbagai program yang dijalankan memiliki dasar akademik yang kuat.
Menurutnya, tantangan pangan saat ini membutuhkan pendekatan multidisiplin yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, akademisi, dan masyarakat.
“Kami ingin program ini berkembang menjadi model yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
