Dikatakan, bahwa gerakan menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab ideologis dan sosial mahasiswa sebagai agen perubahan. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis generasi muda.
“Penanaman pohon ini adalah pesan moral bahwa mahasiswa tidak boleh abai terhadap persoalan lingkungan. GMNI ingin hadir tidak hanya dalam diskursus ideologis, tetapi juga melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan alam,” ujarnya.
Pihak Universitas Nusa Cendana menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dan kampus dapat terus berlanjut, khususnya dalam program-program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan karakter mahamahasiswa
Hal senada, Ketua DPD GMNI NTT Isto Haukilo, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan pesan kuat bahwa upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan. Dari Undana Kupang mahasiswa ingin menunjukkan bahwa kesadaran ekologis bukan hanya wacana, melainkan sikap hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan konkret.
