“Kita perlu wajah-wajah baru yang tidak hanya bisa bicara, tapi bisa mendengarkan. Tidak hanya menulis berita, tapi juga menuliskan perubahan,” kata salah seorang tokoh masyarakat yang hadir.

Dalam konteks politik lokal yang seringkali diwarnai sekat birokrasi dan jarak sosial, kehadiran staf khusus dari latar belakang media menjadi langkah progresif untuk meruntuhkan tembok pemisah antara rakyat dan pengambil kebijakan.

Dari Pena ke Pengabdian

Sipri dan Jermi, yang selama ini dikenal kritis dan vokal dalam menyoroti isu pembangunan dan pelayanan publik, kini membawa semangat yang sama ke dalam struktur pemerintahan.

“Kami bukan datang membawa kemewahan jabatan, tapi membawa kerinduan agar rakyat didengar lebih cepat,” ucap Sipri usai pelantikan.

“Media mengajarkan kami tentang realitas di lapangan. Sekarang, saatnya kami menjembatani itu langsung ke dalam sistem,” tambah Jermi.

Pelantikan ini diharapkan menjadi babak baru kolaborasi antar sektor: pemerintah, media, dan masyarakat sipil. Sebab dalam zaman keterbukaan seperti hari ini, kepercayaan publik bukan dibangun oleh propaganda, tetapi oleh kejujuran, dialog, dan kerja nyata.