Menurut Denik, mahasiswa memperoleh pengalaman penting dalam mengelola proyek dengan kondisi yang berbeda dari simulasi akademik.

Mereka harus berinteraksi dengan peserta yang berasal dari berbagai negara, memiliki latar budaya berbeda, dan menggunakan bahasa komunikasi yang beragam.

Kondisi tersebut menuntut kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan adaptasi yang kuat.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks dan multikultural.

Di sisi lain, keterlibatan pengungsi internasional dalam proyek ini juga memiliki makna yang tidak kalah penting.

Selama bertahun-tahun, Kota Kupang menjadi salah satu lokasi penampungan sementara bagi pengungsi dari berbagai negara yang menunggu proses penempatan ke negara ketiga.

Dalam masa tunggu yang panjang, banyak dari mereka mengalami keterbatasan aktivitas produktif karena tidak memiliki akses terhadap pekerjaan formal.

Program pelatihan konstruksi yang difasilitasi IOM hadir sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka.