Sementara itu, pada sektor pendidikan, generasi muda diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan ekonomi desa. Salah satunya melalui kelas bahasa Inggris dan pelatihan kapasitas pariwisata.
Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan generasi muda menjadi pemandu wisata lokal (local guide) yang mampu melayani wisatawan mancanegara sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan lingkungan Desa Les kepada dunia.
Bagi masyarakat Desa Les, laut bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga warisan yang harus dijaga. Karena itu, pelestarian lingkungan menjadi salah satu agenda utama dalam pembangunan desa.
Masyarakat secara aktif melakukan konservasi dan transplantasi terumbu karang guna memulihkan ekosistem laut yang memiliki peran penting bagi keberlanjutan sektor perikanan dan wisata bahari.
Kegiatan tersebut menjadi contoh penerapan ekonomi biru (blue economy), yaitu pendekatan pembangunan yang memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistemnya.
