MAUMERE, sikka.faktahukumntt.com – 11 Februari 2023
Babak demi babak terungkap, 4 tersangka kasus korupsi dana BTT BPBD kabupaten Sikka tahun anggaran 2021 yang merugikan negara 724.678. 878.00. sudah ditahan mereka adalah Mantan Kepala BPBD Sikka Muhammad Daeng Bakir (MDB) , Reineldis Lebi (RL) bendahara pembantu , Laurensius Gregorius (LG) direktur CV Dewi Sartika sebagai penyedia dan Emanuel Hitong (EH) Kepala seksi urusan logistik BPBD Sikka yang masing-masing ditetapkan tanggal 8 februari 2023 dan 9 februari 2023.
Namun dibalik penetapan keempat tersangka oleh Kejaksaan negeri Sikka ternyata diduga ada oknum berinisial BR yang memeras salah satu tersangka yaitu LG (Laurensius Gregorius) yang adalah direktur CV Dewi Sartika.
Modusnya adalah berpura-pura sebagai penghubung antara LG dan pihak Kejaksaan negeri Sikka untuk meloloskan Laurensius Gregorius dari jeratan hukum korupsi dana BTT.
BR mengaku bisa membantu proses perkara BTT di Kejaksaan negeri Sikka dikarenakan punya link di Kejari Sikka agar supaya direktur CV Dewi Sartika tidak ditetapkan jadi tersangka.
Rayuan maut BR tersebut bukan tanpa syarat tetapi dengan syarat LG alias Hok harus terlebih dahulu menyerahkan sejumlah uang kepada BR agar semua urusan di Kejaksaan negeri Sikka aman terkendali.
Aksi busuk BR bukanya membuahkan hasil tetapi justru pada tanggal 9 februari 2023 LG malah ditetapkan menjadi tersangka dan langsung ditahan bersama rekannya EH dalam kasus BTT tahun anggaran 2021.
Sebelum ditetapkan jadi tersangka, LG pun menceritakan peristiwa awalnya.Yang mana, kata dia, pada bulan Juni tahun 2022, dirinya diperiksa oleh Kejari Sikka dalam kasus BTT BPBD khususnya dalam pengadaan kebutuhan minum dan logistik penanganan tanggap darurat Covid dan pengadaan barang kebutuhan dasar masyarakat korban bencana alam pada BPBD tahun anggaran 2021.
Selanjutnya, ia berkomunikasi oleh satu oknum berinisial BR lalu kepadanya BR menjanjikan akan membantu LG dalam kasus BTT.
Karena kata LG, BR menceritakan kepada Dia (LG) bahwa Ia (BR)memiliki orang dekat di Kejari Sikka.
Bermodalkan kepercayaan dipundak BR komunikasi pun berlangsung lewat pesan elektronik Whatsapp.
LG alias Hok selaku direktur CV Dewi Sartika pun mengaku sempat diminta sejujumlah uang sebesar Rp170 juta oleh BR untuk pengamanan kasus tersebut agar dirinya tidak ditetapkan jadi tersangka.
Untuk itu, kata LG, dirinya memberikan uang sebesar Rp10 juta sebagai tanda awal kepada oknum inisial BR. Kemudian, ia kembali diminta uang sebesar Rp2,5 juta.
“Awalnya, saya kasih kepada inisial BR sebesar Rp10 juta. Uang ini saya kasih di samping taman tsunami pada hari Minggu pagi. Kemudian, saya kasih lagi uang sebesar Rp 2,5 juta. Bagaimana saya tidak mempercayai dengan oknum inisial BR, soalnya setiap kali pemeriksaan, dia bisa tahu bagaimana pertanyaan dari jaksa terhadap saya dan gerak-gerak saya dalam pemeriksaan. Jadi saya percaya saja, kalau dia dekat dengan orang kejaksaan Sikka,” Ungkap LG dilansir dari Media Indonesia. Selasa (7/2) sebelum ditetapkan jadi tersangka.
Tidak berhenti disitu, kata LG, oknum inisial BR pun menyampaikan kepada dirinya bahwa ada tim ahli dari Kupang yang dipakai Kejari Sikka untuk menentukan besarnya kerugian negara dana BTT tahun 2021.
Begini isi percakapan Whatsapp yang diserahkan tersangka LG dikutip dari mediaindonesia.
“Koko,pastikan paket pekerjaan dana BTT tu harus aman e. Tim ahli dari Kupang su turun. Mereka ada info ini. Satu dua hari ini, kalau rasa belum aman, pi perbaiki semua. Ini info saja e,”
Isi pesan Whatssapp yang lainnya dari BR kepada LG.
BR.. “Siang koko (Koko LG) , aman terkendali. Tetap tenang e. Kita bermain senyap. Tidak perlu cerita ke siapa-siapa,” (ujar BR) “.
LG.. “Ok, tp aman ya tolong dulu,” (ujar LG)
BR.. “Intinya koko siapkan itu e,” (Ujar BR)
LG..”Saya uda siap. Yang penting aman dan mungkin saya dengar langsung biar bisa tenang. lagi masih stress,” (ujar LG) ”
BR.. “Dengan mereka ini, jangan terlalu buru-buru. Biarkan iramanya kita
[11/2 13.32] FHN Wyliam Ch: yang atur. Kita ikut saja apa kata mereka. Tetap tenang .Semuanya diamankan” (ujar BR)
BR.. “Pelan. Kajari masih dalami. Tetap tenang.Kami siap dibelakang koko” (ujar BR) ”
BR.. “Koko dalam posisi aman. Kami sudah amankan,’ (ujar BR) .
