Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi dari pihak berwenang yang menyimpulkan hubungan sebab-akibat antara dugaan intimidasi dengan kondisi kesehatan yang dialami almarhumah.

Keluarga Tetap Minta Proses Etik dan Hukum Berjalan

Sebelum wafat, keluarga diketahui telah meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten TTU untuk segera memproses dugaan pelanggaran etik yang diduga melibatkan oknum anggota dewan dalam insiden tersebut.

Permintaan itu disampaikan sebagai upaya memperoleh kejelasan serta pertanggungjawaban atas peristiwa yang dialami Dokter Icha.

Kini, meskipun almarhumah telah meninggal dunia, keluarga menegaskan bahwa perjuangan untuk mencari kejelasan tidak akan berhenti.

Pihak keluarga menyatakan tetap berkomitmen mengawal proses penanganan dugaan intimidasi yang sebelumnya mencuat ke ruang publik. Langkah tersebut, menurut keluarga, akan dilakukan bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan yang selama ini memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.