“Kami cinta kedamaian, tapi jangan ada yang mengadu domba rakyat dengan isu yang tidak benar. Kami minta Hendrikus Djawa bertanggung jawab atas semua ucapannya,” teriak salah satu koordinator lapangan melalui pengeras suara.
Namun, situasi berubah panas ketika kelompok kedua—massa yang mengaku sebagai penyintas Dana Seroja—datang sekitar 30 menit kemudian. Mereka menuntut kejelasan pencairan dana bantuan pascabencana yang disebut belum tuntas sejak masa pemerintahan Bupati sebelumnya. Uniknya, kelompok ini dikoordinir langsung oleh Hendrikus Djawa, tokoh yang sedang menjadi sorotan tajam dalam aksi tersebut.
Benturan kepentingan pun tak terhindarkan. Kedua kelompok mulai saling berteriak, lalu berujung pada aksi dorong-dorongan dan lemparan botol air mineral dari arah massa penyintas Dana Seroja. Ketegangan meningkat, namun berhasil diredam aparat keamanan sebelum berubah menjadi kerusuhan terbuka.
“Saya sudah mengingatkan agar massa menahan diri. Kami tidak ingin Kabupaten Kupang ini diadu domba oleh kepentingan pribadi atau politik tertentu,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang turut hadir di lokasi.
