FaktahukumNTT.com – Harapan Indonesia di ajang Thailand Open 2025 masih terjaga. Dua wakil Merah Putih, yaitu pasangan ganda putra Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto dan ganda campuran Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah, sukses melaju ke babak semifinal turnamen BWF Super 500 tersebut.

Dalam pertandingan yang digelar di Nimibutr Stadium, Bangkok, Jumat (16/5), Fajar/Rian tampil impresif saat menghadapi pasangan unggulan ketujuh asal Taiwan, Liu Kuang Heng / Yang Po Han. Meski sempat tertinggal cukup jauh di game kedua, mereka menunjukkan mental juara dan membalikkan keadaan untuk menang straight game 21-18, 21-17 dalam waktu 46 menit.

“Kuncinya kami tidak mau menyerah. Meski tertinggal, kami tetap fokus poin demi poin,” ujar Fajar usai pertandingan, dikutip dari rilis resmi PBSI.

Pasangan peringkat 4 dunia ini tampil solid sejak awal turnamen dan kini selangkah lagi menuju final. Di semifinal, mereka akan ditantang pasangan Denmark, William Kryger Boe / Christian Fraus Kjaer, yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.

Sementara itu, kejutan datang dari sektor ganda campuran. Duet muda Amri/Nita tampil luar biasa dengan mengandaskan pasangan tuan rumah Phuwanat Horbanluekit / Sapsiree Taerattanachai dua game langsung, 21-12, 21-9. Kemenangan ini membuktikan potensi besar pasangan yang mulai mencuri perhatian publik bulu tangkis nasional.

Namun, tantangan berat menanti mereka di semifinal. Amri/Nita dijadwalkan menghadapi pasangan unggulan kedua dunia asal Cina, Feng Yan Zhe / Huang Dong Ping, yang dikenal dengan permainan cepat dan konsisten.

Di sisi lain, empat wakil Indonesia lainnya harus angkat koper lebih awal di babak perempat final. Tersingkirnya pasangan-pasangan seperti Sabar/Reza dan Febriana/Amallia menambah tekanan kepada dua pasangan tersisa untuk membawa pulang gelar juara.

Turnamen Thailand Open 2025 menjadi salah satu ajang penting menuju kualifikasi Olimpiade dan pengumpulan poin peringkat dunia. Performa Fajar/Rian dan Amri/Nita sejauh ini menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia masih punya kekuatan bersaing di level elite dunia.