“Kami optimis. Kalau tren penurunan NPL bisa dipertahankan dalam dua hingga tiga bulan ke depan, kita akan kembali dipercaya menyalurkan KUR dalam jumlah besar,” tegas Yohanis.

Bank NTT kini juga fokus pada pembangunan ekosistem layanan berbasis digital di seluruh kabupaten/kota di NTT. Dengan digitalisasi, seluruh transaksi keuangan daerah—mulai dari pajak hingga retribusi—dapat dikelola secara transparan, cepat, dan akurat. Ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung optimalisasi PAD dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Fokus kami adalah mendukung kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Dalam konteks tata kelola korporasi, Yohanis menyebut bahwa pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) masih menunggu arahan resmi dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang merupakan pemegang saham pengendali Bank NTT.

“Kalau soal RUPS, kami ikut arahan Pak Gubernur. Beliau yang punya wewenang penuh,” tutupnya.