Selat ini merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Gangguan sekecil apa pun berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan risiko inflasi.
Iran sendiri belum menunjukkan kesiapan untuk kembali ke meja perundingan. Namun Washington tetap membuka peluang diplomasi, meski tanpa tenggat waktu yang jelas.
Emas Kembali Jadi Safe Haven
Ketidakpastian ini secara historis mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Sejumlah indikator pasar turut memperkuat tren tersebut:
Harga minyak Brent bertahan di atas US$100 per barel
Indeks dolar AS melemah, meningkatkan daya tarik emas
Imbal hasil obligasi naik, namun belum cukup menekan minat investor
Menurut Darwei Kung dari DWS Group, struktur pasar emas kini lebih sehat dibanding awal tahun.
“Pasar saat ini lebih didorong oleh fundamental, bukan spekulasi berlebihan. Kami melihat emas tetap menarik, meskipun perlu strategi taktis dalam menghadapi volatilitas,” ujarnya.
Data dari BMO Capital Markets menunjukkan adanya pemulihan arus masuk ke ETF emas selama tiga minggu terakhir. Hal ini menandakan kepercayaan investor mulai pulih setelah aksi jual besar pada Maret.
