Emas Menguat di Tengah Gencatan AS-Iran, Ketegangan Selat Hormuz Jadi Penopang Safe Haven
FHC, Harga emas kembali menunjukkan penguatan setelah sempat terkoreksi selama dua hari berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan ini dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Langkah tersebut membuka ruang diplomasi baru, meski ketegangan strategis di kawasan belum mereda.
Di pasar spot, harga emas sempat melonjak hingga 1,1% sebelum memangkas sebagian kenaikan pada sesi perdagangan Amerika Serikat. Hingga pukul 16.50 waktu New York, harga emas tercatat naik 0,4% ke level US$4.738,65 per ons, atau setara sekitar Rp74 juta.
Penguatan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak naik 1,3% menjadi US$77,71 per ons, sementara platinum dan paladium turut mencatatkan kenaikan, mencerminkan sentimen positif di pasar komoditas.
Selat Hormuz: Titik Tekan Geopolitik
Meskipun gencatan senjata telah diperpanjang sejak 7 April, situasi di kawasan tetap rapuh. Perebutan pengaruh antara AS dan Iran di Selat Hormuz masih menjadi sumber ketegangan utama.
