Menurutnya, keberhasilan universitas tidak hanya diukur dari kualitas pembelajaran dan penelitian, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan prestasi serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Karena itu, keberlanjutan program pembinaan mahasiswa harus tetap dijaga meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.

“Transisi ini bukan sekadar pergantian pejabat, tetapi bagian dari upaya menjaga kesinambungan program dan memastikan pelayanan kepada mahasiswa tetap berjalan optimal,” kata Prof. Jefri.

Penunjukan Dr. Rudi Rohi sebagai Wakil Rektor III periode 2026–2030 dinilai membawa harapan baru bagi penguatan sektor kemahasiswaan.

Sebagai akademisi dengan latar belakang hukum dan ilmu politik, Dr. Rudi dipandang memiliki kapasitas untuk membangun komunikasi yang efektif antara mahasiswa dan birokrasi kampus.

Kemampuan tersebut dianggap penting mengingat dinamika kehidupan kampus saat ini semakin kompleks, terutama di tengah meningkatnya tuntutan mahasiswa terhadap transparansi, partisipasi, dan ruang dialog yang sehat.