Lanjut korban mengisahkan bahwa kebetulan bukan pertama kali dirinya menegur tetapi sudah kali kedua kejadian yang sama

“Kebetulan bukan pertama kali saya tegur tetapi itu sudah kali kedua. saya parkir motor saya turun dari motor saya bilang halo bapak dusun, beliau bilang pakai bahasa timor ahoet (iya) Saya bilang bapak dusun kermana (bagaimana) ini, saya sudah tegur dua kali masih tetap beraktifitas di beta (saya) punya pekarangan rumah, ini maksudnya apa”, ucap korban

Lanjut korban, beliau (kadus) bilang kepala desa yang suruh, saya bilang kepala desanya dimana. kebetulan kepala desa langsung lihat beta, dia (kades) datang ke arah saya. Beta (korban) bertanya, “bapak kepala desa minta maaf saya lihat sudah dua kali ni bapak desa beraktifitas di pekarangan saya tapi saya tidak tau bapak desa punya maksud apa,” tanya korban

Selanjutnya korban mengisahkan bahwa beliau (kepala desa) menjawab bilang, ini saya kepala desa dan saya punya hak untuk melihat lokasi, saya (korban) tanya lagi, lokasi apa bapak?, katanya Gubernur mau turun jadi dia (kepala desa) bersihkan itu untuk sukseskan program TIPE kerena gubernur mau turun.